SINOPSIS DRAMA 9 OKTOBER 1740

Cerita ini bertumpu pada dua tokoh, yaitu Hein de Wit dan Hien Nio. Hein de Wit adalah keponakan Wouter Ruyter, sedangkan Hien Nio adalah istri Hein de Wit yang merupakan orang Cina. Mereka berdua sepasang suami istri berbeda kebangsaan yang saling mencintai.

Akan tetapi, Adriaan Valckenier dan Wouter Ruyter ingin menangkap dan memisahkan hubungan mereka berdua. Adriaan Valckenier ingin menangkap Hein de Wit dan Hien Nio karena dua hal. Pertama, keinginan Adriaan Valckenier mengajar ayah Hein de Wit supaya jera. Kedua, keinginan Adriaan Valckenier mengetahui jaringan gerakan Cina yang melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Belanda.

Selain itu, Wouter Ruyter mempunyai alasan pribadinya menangkap Hein de Wit. Ia ingin memperlancar rencananya membunuh Jan de Wit yang telah membuatnya cemburu. Wouter Ruyter mencintai Marianne Valentijn, istri Jan de Wit. Hein de Wit dan Hien Nio kemudian berhasil ditangkap. Hein de Wit dikirim ke Belanda dengan alasan agar memperdalam ilmu di negeri leluhurnya tersebut, sedangkan Hien Nio menjadi tahanan Wouter Ruyter di Batavia.

Hein de Wit tidak betah tinggal di Belanda. Ia ingin kembali bertemu Hien Nio. Di tengeh kerinduannya terhadap Hien Nio, ia merasakan kejanggalan terhadap sikap Karel Dijkstra yang merupakan sahabatnya. Pada saat itu pula, disadarinya bahwa Karel Dijkstra telah mengkhianatinya.

Di lain tempat, Hien Nio, Tan Pan Ciang, Uy Ing Kiat, dan Banci datang menghadap Pakubuwono II. Mereka bermaksud meminta dukungan dari Pakubuwono II untuk menyerang Belanda. Alasannya, mereka ingin membalas peristiwa pembunuhan masal orang Cina di Batavia pada 9 Oktober 1740 yang
dilakukan oleh Gubernur Jendral Adriaan Valckenier. Selain itu, dikhawatirkan kekejaman Belanda akan sampai di Surakarta (Sylado, 2005: 57).

Setelah pulang dari Amsterdam, Hein de Wit Hein de Wit mendatangi rumah Ni Bou San, ayah Hien Nio, untuk mencari Hien Nio. Akan tetapi, Hein de Wit tidak bertemu dengan Hien Nio karena Hien Nio telah bergabung dengan Pasukan Cina di bawah pimpinan Tan Pan Ciang dan Uy Ing Kiat di Lasem. Mendengar hal tersebut, Hein de Wit menyusul Hein de Wit ke Lasem. Hein de Wit dan Hien Nio kembali bertemu di Lasem. Hein de Wit kemudian bergabung dengan Pasukan Cina. Ia bergabung dengan pasukan Cina atas dasar kemanusiaan, bukan rasa kebangsaan. Mereka berdua bergabung dalam
pasukan yang sama yang akan menyerang pasukan Belanda di Semarang.

Akan tetapi, penyerangan itu gagal karena telah dibocorkan oleh Pakubuwono II. Pimpinan laskar mati, sedangkan Hien Nio berhasil ditangkap. Hein de Wit berhasil membebaskan Hien Nio. Hien Nio kemudian berhasil membunuh Wouter Ruyter. Beberapa saat kemudian Karel Dijkstra datang. Lim Tik Hian untuk membuatnya kapok dengan cara membunuhnya. Cerita berakhir dengan bersatunya kembali Hein de Wit dan Hien Nio dan pelukan antara Marianne Valentijn dengan Hein de Wit, Hien Nio, dan anaknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: