Sinopsis Gundala Gawat; Para Superhero yang Gagal Tegakkan Keadilan

Gundala Gawat: Para Superhero yang Gagal Tegakkan Keadilan

Ketidakadilan sudah merajarela. Aparat tidak berdaya dan pemimpin seolah telah bebal akan kritik dan mahfum atas ketidakdilan yang terjadi. Para superhero pun turut serta dalam ketidakadilan yang terjadi.

Melalui pentas teater dua setengah jam, Teater Gandrik mencoba melakukan kritik terhadap situasi yang ada sekarang. Mereka mengkritik dengan banyolan khas mereka (sampakan) lewat lakon Gundala Gawat.

Sekelompok orang dengan membawa perlengkapan bertani, seperti cangkul, Garu, dan cangkul, tiba-tiba datang ke rumah Gundala yang diperankan oleh Susilo Nugroho. Mereka menuntut agar Gundala bertanggung jawab atas kejadian hangusnya empat desa di Klaten, JawaTengah, disebabkan oleh petir.

“Kami perwakilan warga Klaten datang kemari ingin protes karena 4 desa terbakar karena tersambar petir,” tegas salah seorang dari rombongan tersebut. Diduga petir tersebut berasal dari Pak Petir, ayah Gundala.

Peristiwa yang terjadi di Klaten hanyalah satu dari sekian banyak peristiwa yang terjadi yang diakibatkan oleh serangan petir. Selain mengakibatkan desa terbakar, perampokan bank yang berbarengan juga terjadi saat serangan petir terjadi.

Atas peristiwa yang terjadi, Hasmi (pencipta tokoh Gundala) mempunyai ide, para superhero dikumpulkan di kantor pengerahan tenaga superhero untuk mengatasi persoalan yang gawat. Beberapa yang bergabung dalam kantor tersebut adalah Aquanus (manusia air), pangeran melar, Jin Kartubi, Sun Bo Kong, dan Gundala Putra Petir.

Alih-alih membasmi kejahatan dan menyelamatkan negari, sebagian besar dari superhero malah membelot dan ikut dalam kelompok perampok Harimau Lapar. Gundala seorang diri pun tidak bisa berbuat apa-apa karena sang istri juga telah disekap.

Tidak seperti cerita superhero yang berakhir dengan kemenangan sang superhero, dalam cerita tersebut, Gundala tidak dapat menumpas kejahatan. Sang penulis, Hasmi, mengalami sakit-sakitan dan tidak bisa melanjutkan cerita komik yang tengah dibuatnya.

Sekilas cerita tentang kegagalan superhero memberantas kejahatan tersebut ditampilkan oleh Teater Gandrik dalam lakon “Gundala Gawat”  yang dipentaskan di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa-Rabu, (16 dan 17/4).

Naskah Gundala Gawat yang dipentaskan malam itu merupakan karya penyair sekaligus jurnalis senior, Goenawan Mohamad, yang akrab disapa Mas Goen. Karya tersebut terinspirasi dari tokoh komik legendaris karya Harya Suryaminata alias Hasmi, Gundala. (AT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: